Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar http://alpen.web.id/index.php/alpen <p><strong>Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar</strong> First published in July 2017. ALPEN is published twice a year in January-Juny and July-December, p-ISSN <a href="http://issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1491381618&amp;3426&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2580-6890</a> (Print) e-ISSN <a href="http://issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1496205125&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2580-9075</a> (Online). Journal of Basic Education is published by Basic Education Studies Program of Universitas Wiraraja. Address of ALPEN (Electronic Edition) http://alpen.web.id.</p> <p>Editor and Administrative Address: FKIP Universitas Wiraraja Sumenep, Jl. Sumenep - Pamekasan Km. 5 Patean Sumenep 69451. Phone. (+62) 818384331. e-mail: alpenfkip@wiraraja.ac.id</p> FKIP Universitas Wiraraja en-US Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar 2580-6890 <p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:</p> <p>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</p> <p>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</p> <p>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.</p> PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MUATAN BAHASA INDONESIA MATERI PANTUN KELAS V SDN LAKARSANTRI II/473 http://alpen.web.id/index.php/alpen/article/view/405 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya hasil belajar siswa kelas V SDN Lakarsantri II/473 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi pantun. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang kurang disesuaikan dengan kebutuhan individu masing-masing siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guna meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pantun. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan tiga tahapan, yaitu pra tindakan, Siklus I, dan Siklus II. Pada tahap pra tindakan, dilakukan observasi awal untuk mengetahui kondisi pembelajaran dan hasil belajar siswa sebelum intervensi. Tahap Siklus I melibatkan penerapan awal pembelajaran berdiferensiasi, diikuti dengan evaluasi dan refleksi untuk perbaikan pada Siklus II. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar siswa setelah penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Pada observasi awal, 73% siswa berada dalam kategori rendah, 12% sedang, dan 15% tinggi. Setelah Siklus I, hasil belajar menunjukkan perbaikan dengan 50% siswa berada dalam kategori rendah, 35% sedang, dan 15% tinggi. Peningkatan paling signifikan terjadi pada Siklus II, di mana hanya 20% siswa berada dalam kategori rendah, 25% sedang, dan 55% tinggi. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pantun.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Pembelajaran Berdiferensiasi, Hasil Belajar, SDN Lakarsantri II/473</p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>The low learning outcomes of class V students at SDN Lakarsantri II/473 in Indonesian language subjects, especially in rhyme material. This is caused by learning that is not adapted to the individual needs of each student. Therefore, this research aims to apply differentiated learning to improve student learning outcomes in pantun material. The research method used is Classroom Action Research (PTK) which involves three stages, namely pre-action, Cycle I, and Cycle II. At the pre-action stage, initial observations were carried out to determine the learning conditions and student learning outcomes before the intervention. Cycle I stage involves the initial implementation of differentiated learning, followed by evaluation and reflection for improvement in Cycle II. The research results show a significant increase in student learning outcomes after implementing differentiated learning. In initial observations, 73% of students were in the low category, 12% were medium, and 15% were high. After Cycle I, learning outcomes showed improvement with 50% of students in the low category, 35% medium, and 15% high. The most significant increase occurred in Cycle II, where only 20% of students were in the low, 25% medium and 55% high categories. The application of differentiated learning has proven to be effective in improving student learning outcomes in pantun material.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Differentiated Learning, Learning Outcomes, SDN Lakarsantri II/473</em></p> Anisa Fitri Lailatul Munawaroh Ganes Gunansyah Mimyn Putri Muldash Copyright (c) 2025 Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-08-10 2025-08-10 9 2 97 115 10.24929/alpen.v9i2.405 PEMANFAATAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS VI SD ISLAM IMAMA http://alpen.web.id/index.php/alpen/article/view/486 <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah untuk meningkatkan minat belajar Pendidikan Pancasila pada siswa kelas VI SD Islam Imama melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Penelitian ini dilaksanakan di SD Islam Imama dengan subjek penelitian sejumlah 27 siswa. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus dengan setiap siklusnya dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi atau observasi, dan refleksi. Data penelitian yaitu berupa hasil pengamatan selama aktivitas belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pada siklus I dan sikuls II, dimana pada siklus I </span></span><em>&nbsp;</em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">berhasil meningkatkan perhatian siswa sebesar 36%, partisipasi sebesar 44%, dan perasaan senang sebesar 48%. Secara keseluruhan, minat belajar siswa mencapai kategori “baik” pada siklus I. Kemudian pada siklus II perhatian siswa meningkat sebesar 22%, partisipasi sebesar 11%, dan perasaan senang sebesar 15%. Secara keseluruhan, minat belajar siswa mencapai kategori “sangat baik” pada siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan multimedia interaktif dapat meningkatkan minat belajar Pendidikan Pancasila pada siswa kelas VI SD Islam Imama</span></span></p> Dyah Nur Hidayatun Janah Vrida Fitammami Kurotul Aeni Eva Nur Hidayah Copyright (c) 2025 Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-08-10 2025-08-10 9 2 116 127 10.24929/alpen.v9i2.486 PENERAPAN MEDIA SIKMA BERBASIS CANVA UNTUK MENINGKATKAN GOTONG ROYONG DAN PEMAHAMAN MAKNA TERSIRAT TEKS NARASI KELAS IV SDN NGALIYAN 5 http://alpen.web.id/index.php/alpen/article/view/481 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan media pembelajaran SIKMA dalam meningkatkan pemahaman makna tersirat pada teks narasi dan mendeskripsikan penerapan media pembelajaran SIKMA dalam meningkatkan sikap gotong royong peserta didik kelas IV SD Ngaliyan 5. Penelitian ini dilaksanakan di SD N Ngaliyan 5 Kota Semarang yang berjumlah 20 peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan data diperoleh melalui pretest, posttest, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest siswa sebesar 62,15 meningkat menjadi 79,20 pada posttest, dengan peningkatan signifikan yang didukung oleh analisis uji T (nilai signifikansi 0,001 &lt; 0,05). Selain itu, penerapan media SIKMA berbasis Canva juga meningkatkan sikap gotong royong siswa, dengan 75% siswa masuk dalam kategori baik hingga sangat baik. Media ini tidak hanya membantu siswa dalam memahami teks narasi secara lebih mendalam, tetapi juga memfasilitasi kolaborasi melalui kegiatan pembelajaran kelompok yang interaktif dan menarik.</p> Ana Shuhbatul Husnia Panca Dewi Purwati Copyright (c) 2025 Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-08-10 2025-08-10 9 2 128 136 10.24929/alpen.v9i2.481 Peran Kompetensi Guru Dalam Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar http://alpen.web.id/index.php/alpen/article/view/582 <p>Abstract : Differentiated learning allows teachers to tailor instructional strategies to meet students’ needs. Its success heavily depends on teachers’ pedagogical and professional competence. However, many teachers face challenges in its implementation, such as limited understanding of differentiation strategies and time constraints. This study employs a literature review method by analyzing various journals on the role of teacher competence in implementing differentiated learning in elementary schools. The findings indicate that school support and teacher training are key factors in successful implementation, while resource limitations and lack of parental understanding remain challenges. Therefore, continuous teacher training is essential to ensure effective implementation of differentiated learning.</p> <p>Keyword : Teacher Competence, Learning Implementation, Differentiated Learning.</p> <p>Abstrak : Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang memungkinkan guru menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Keberhasilannya sangat bergantung pada kompetensi guru, baik secara pedagogik maupun profesional. Namun, banyak guru masih menghadapi kendala dalam penerapannya, seperti kurangnya pemahaman strategi diferensiasi dan keterbatasan waktu. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai jurnal terkait peran kompetensi guru dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sekolah dan pelatihan guru menjadi faktor utama dalam keberhasilan strategi ini, sementara keterbatasan sumber daya dan minimnya pemahaman orang tua menjadi tantangan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan diperlukan agar pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan secara optimal.</p> <p>Kata Kunci : Kompetensi Guru, Implementasi Pembelajaran, Pembelajaran Berdiferensiasi.</p> Holipah Sattiani Holipah Copyright (c) 2025 Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-08-10 2025-08-10 9 2 137 152 10.24929/alpen.v9i2.582 Hiperaktivitas pada Siswa Sekolah Dasar: Tantangan dan Penanganannya http://alpen.web.id/index.php/alpen/article/view/576 <p>Penelitian ini didasarkan pada fenomena sikap atau perilaku hiperaktif yang masih muncul di Sekolah Dasar. Fenomena ini dapat ditujukan oleh aktivitas belajar mengajar, saat guru menyampaikan pembelajaran &nbsp;serta memberikan tugas, namun hanya diperhatikan sebentar oleh naka-anak, dan sering berpindah – pindah tempat, tidak dapat duduk dengan tenang. Di sinilah peranan guru dalam mendidik anak-anak yang memiliki sikap atau perilaku hiperaktif begitu dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku anak yang &nbsp;hiperaktif, tantangan yang dihadapi guru, serta upaya guru dalam membina mereka. Peneliti menggunakan dua pendekatan, yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif dan metode studi literatur. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari wali kelas yang bersangkutan di SDN 08 Tarok Dipo. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa karakteristik perilaku anak hiperaktif di SDN 08 Tarok Dipo meliputi ketidakmampuan untuk tetap diam, sering berulah, kurang perhatian terhadap guru, mengganggu teman, serta perhatiannya mudah dialihkan. Usaha yang dilakukan oleh guru untuk membimbing anak hiperaktif mencakup pemberian nasehat kepada siswa, penyaluran ke dalam kegiatan positif, seperti ekskul hingga metode tugas dan permainan. Sementara tantangan yang dihadapi guru dalam membimbing anak hiperaktif adalah perhatian anak yang mudah teralihkan, perubahan mood yang cepat, dan perilaku yang tidak bisa diam.</p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Kata kunci </strong>: hiperaktif, siswa, sekolah dasar, penanganan, guru</p> dhivanella Allisya Dhivanella Zeldhea Sonia Anggraini Copyright (c) 2025 Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-08-10 2025-08-10 9 2 153 163 10.24929/alpen.v9i2.576 ANALISIS KESULITAN BELAJAR PERKALIAN PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 01 KAMPUNG BATU DALAM http://alpen.web.id/index.php/alpen/article/view/584 <p><strong>Abstract : </strong>Many students face difficulties in learning multiplication is an issue that needs attention. This study aims to analyze the factors that cause difficulties for grade V students at SD Negeri 01 Kampung Batu Dalam in learning multiplication. The approach used was a qualitative method through interviews with grade V teachers. From the interview results, several factors were identified that influenced the difficulties experienced by some students. Internal factors include lack of motivation in learning, low concentration, and fear of multiplication lessons. In addition, there are also external factors that contribute, such as a less supportive learning environment, lack of opportunities to learn, and lack of attention from parents. As a solution to the difficulties in learning multiplication, the teacher applies a learning strategy that involves card games and utilizes the memorization method with Jarimatika. With this approach, it is expected that students can more easily understand and master the concept of multiplication.</p> <p><strong>Abstrak :</strong> Banyak siswa yang menghadapi kesulitan dalam pelajaran perkalian adalah sebuah isu yang perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan siswa kelas V di SD Negeri 01 Kampung Batu Dalam dalam pembelajaran perkalian. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif melalui wawancara dengan guru kelas V.&nbsp;Dari hasil wawancara, teridentifikasi beberapa faktor yang memengaruhi kesulitan yang dialami oleh sebagian siswa. Faktor-faktor internal meliputi kurangnya motivasi dalam belajar, konsentrasi yang rendah, serta rasa takut terhadap pelajaran perkalian. Selain itu, terdapat pula faktor eksternal yang berkontribusi, seperti lingkungan belajar yang kurang mendukung, minimnya kesempatan untuk belajar, dan kurangnya perhatian dari orang tua.&nbsp;Sebagai solusi atas kesulitan dalam pembelajaran perkalian adalah guru menerapkan strategi pembelajaran yang melibatkan permainan kartu dan memanfaatkan metode penghafalan dengan Jarimatika. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami dan menguasai konsep perkalian.</p> tiotri ananda Dzikra Fadhila Copyright (c) 2025 Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-08-10 2025-08-10 9 2 164 174 10.24929/alpen.v9i2.584 PERLINDUNGAN TERHANAP ANAK SEKOLAH DASAR KORBAN KEKERASAN SEKSUAL http://alpen.web.id/index.php/alpen/article/view/572 <p><em>Protection of children from sexual violence is regulated separately, especially at the Elementary School level because at that level they are very vulnerable to intimidation and even harassment from people closest to them, both in the family environment, especially in the environment where they study at Elementary School educational institutions that require more attention, therefore there is a need for legal protection for child victims of sexual violence based on Law Number 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence. The purpose of this study is to provide protection for child victims of sexual violence, both from social rehabilitation and psychosocial assistance during treatment until recovery, providing restitution or compensation and providing protection and assistance at every level of examination starting from investigation, prosecution, to examination in court, so the direction of this research is towards early childhood, especially children in Elementary School who are easily intimidated by people closest to them, especially in Elementary School educational institutions. The type of method used is qualitative with a normative approach and supported by empiricism. The results of this study are towards child protection which can be done through education about reproductive health, religious values, and moral values, carrying out social rehabilitation and psychosocial assistance during treatment until recovery.</em></p> Zainol Arief Copyright (c) 2025 Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-08-10 2025-08-10 9 2 175 187 10.24929/alpen.v9i2.572 Eksploitasi Penerapan Budaya 5S dalam Pembelajaran PKn pada Peserta Didik SDN 08 Timonong http://alpen.web.id/index.php/alpen/article/view/599 <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penerapan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun) dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sekolah dasar (Pkn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya 5S meningkatkan suasana lingkungan belajar yang baik dan nyaman, meningkatkan kedsiplinan peserta didik, dan meningkatkan nilai -nilai karakter seperti tanggung jawab, kerja sama, dan rasa hormat terhadap aturan. Guru memainkan peran penting dalam integrasi prinsip - prinsip budaya 5S dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran melalui sosialisasi, contoh dan penguatan positif. Temuan ini memberi izin integrasi budaya 5 sebagai strategi yang efektif.</span></span></p> <p>&nbsp;</p> Astutiana Rika Copyright (c) 2025 Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-08-10 2025-08-10 9 2 188 194 10.24929/alpen.v9i2.599